Mengenalkan Huruf dan Angka pada Anak

May 24, 2011 by

disarikan oleh Nova Perbawa


Tumbuh kembang anak sangat unik, karena dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya genetis, lingkungan, asupan gizi dan stimulasi. Oleh karena itu, terkadang  stimulasi yang sama diberikan pada beberapa anak, hasilnya akan berbeda-beda. Ada yang sesuai dengan harapan, tapi ada yang tidak sebaik harapan, dan …ada juga yang melebihi target harapan. Namun pada umumnya, perkembangan anak dapat dirata-ratakan berdasarkan umunya. Menurut dr.Kusnandi Rusmil, SpA(K), MM, perkembangan anak menurut umur bisa dikategorikan sebagai berikut:

 

6. Tahapan Perkembangan  Anak Menurut Umur

Umur 0-3 bulan

 

o    Mengangkat kepala setinggi 45 0 .

 

o    Menggerakkan kepala dari kiri/kanan ke tengah.

 

o    Melihat dan menatap wajah anda.

 

o    Mengoceh spontan atau bereaksi dengan mengoceh.

 

o    Suka tertawa keras.

 

o    Bereaksi terkejut terhadap suara keras.

 

o    Membalas tersenyum ketika diajak bicara/tersenyum.

 

o    Mengenal ibu dengan penglihatan, penciuman, pendengaran, kontak

 

Umur 3-6 bulan

o        Berbalik dari telungkup ke telentang.

 

o        Mengangkat kepala setinggi 90o.

 

o        Mempertahankan posisi kepala tetap tegak dan stabil.

 

o        Menggenggam pensil.

 

o        Meraih benda yang ada dalam jangkauannya.

 

o        Memegang tangannya sendiri.

 

o        Berusaha memperluas pandangan.

 

o        Mengarahkan matanya pada benda-benda kecil.

 

o        Mengeluarkan suara gembira bernada tinggi atau memekik.

 

o        Tersenyum ketika melihat mainan/gambar yang menarik saat bermain sendiri.

 

Umur 6-9 bulan

o        Duduk (sikap tripoid – sendiri).

 

o        Belajar berdiri, kedua kakinya menyangga sebagian berat badan.

 

o        Merangkak meraih mainan atau mendekati seseorang.

 

o        Memindahkan benda dari satu tangan ke tangan lainnya.

 

o        Memungut 2 benda, masing-masing tangan pegang 1 benda pada saat yang             bersamaan.

 

o        Memungut benda sebesar kacang dengan cara meraup.

 

o        Bersuara tanpa arti, mamama, bababa, dadada, tatatata.

 

o        Mencari mainan/benda yang dijatuhkan.

 

o        Bermain tepuk tangan/ciluk ba.

 

o        Bergembira dengan melempar benda.

 

o        Makan kue sendiri.

 

Umur 9-12 bulan

o          Mengangkat badannya ke posisi berdiri.

 

o          Belajar berdiri selama 30 detik atau berpegangan di kursi.

 

o          Dapat berjalan dengan dituntun.

 

o          Mengulurkan lengan/badan untuk meraih mainan yang diinginkan.

 

o          Mengenggam erat pensil.

 

o          Memasukkan benda ke mulut.

 

o          Mengulang menirukan bunyi yang didengar.

 

o          Menyebut 2-3 suku kata yang sama tanpa arti.

 

o          Mengeksplorasi sekitar, ingin tahu, ingin menyentuh apa saja.

 

o          Bereaksi terhadap suara yang perlahan atau bisikan.

 

o          Senang diajak bermain ”CILUK BA”

 

o          Mengenal anggota keluarga, takut pada orang yang belum dikenal.

 

Umur 12-18 bulan

o        Berdiri sendiri tanpa berpegangan.

 

o        Membungkuk memungut mainan kemudian berdiri kembali.

 

o        Berjalan mundur 5 langkah.

 

o        Memanggil ayah dengan kata ”papa”, memanggil ibu dengan kata ”mama”.

 

o        Menumpuk 2 kubus.

 

o        Memasukkan kubus di kotak.

 

o        Menunjuk apa yang diinginkan tanpa menangis/merengek, anak bisa mengeluarkan suara yang menyenangkan atau menarik tangan ibu

 

o        Memperlihatkan rasa cemburu / bersaing.

 

Umur 18-24 bulan

o        Berdiri sendiri tanpa berpegangan 30 detik.

 

o        Berjalan tanpa terhuyung-huyung.

 

o        Bertepuk tangan, melambai-lambai.

 

o        Menumpuk 4 buah kubus.

 

o        Memungut benda kecil dengan ibu jari dan jari telunjuk.

 

o        Menggelindingkan bola kearah sasaran.

 

o       Menyebut 3– 6 kata yang mempunyai arti.

 

o        Membantu/menirukan pekerjaan rumah tangga.

 

o       Memegang cangkir sendiri, belajar makan – minum sendiri.

 

Umur 24-36 bulan

 

o        Jalan naik tangga sendiri.

 

o        Dapat bermain dan menendang bola kecil.

 

o        Mencoret-coret pensil pada kertas.

 

o        Bicara dengan baik, menggunakan 2 kata.

 

o        Dapat menunjuk 1 atau lebih bagian tubuhnya ketika diminta.

 

o        Melihat gambar dan dapat menyebut dengan benar nama 2 benda atau lebih.

 

o        Membantu memungut mainannya sendiri atau membantu mengangkat piring jika diminta.

 

o        Makan nasi sendiri tanpa banyak tumpah.

 

o       Melepas pakaiannya sendiri.

 

Umur 36-48 bulan

 

o          Berdiri 1 kaki 2 detik

 

o          Melompat kedua kaki diangkat

 

o          Mengayuh sepeda roda tiga.

 

o          Menggambar garis lurus

 

o          Menumpuk 8 buah kubus.

 

o          Mengenal 2-4 warna.

 

o          Menyebut nama, umur, tempat.

 

o          Mengerti arti kata di atas, di bawah, di depan.

 

o          Mendengarkan cerita.

 

o          Mencuci dan mengeringkan tangan sendiri

 

o          Bermain bersama teman, mengikuti aturan permainan

 

o          Mengenakan sepatu sendiri.

 

o          Mengenakan celana panjang, kemeja, baju

 

Umur 48-60 bulan

 

o          Berdiri 1 kaki 6 detik.

 

o          Melompat-lompat 1 kaki.

 

o          Menari.

 

o          Menggambar tanda silang.

 

o          Menggambar lingkaran.

 

o          Menggambar orang dengan 3 bagian tubuh.

 

o          Mengancing baju atau pakaian boneka.

 

o          Menyebut nama lengkap tanpa dibantu

 

o          Senang menyebut kata-kata baru.

 

o          Senang bertanya tentang sesuatu

 

o          Menjawab pertanyaan dengan kata-kata yang benar.

 

o          Bicaranya mudah dimengerti

 

o          Bisa membandingkan/membedakan sesuatu dari ukuran dan bentuknya

 

o          Menyebut angka, menghitung jari

 

o          Menyebut nama-nama hari

 

o          Berpakaian sendiri tanpa dibantu.

 

o          Menggosok gigi tanpa dibantu.

 

o          Bereaksi tenang dan tidak rewel ketika ditinggal ibu.

 

Umur 60-72 bulan

o        Berjalan lurus.

 

o        Berdiri dengan 1 kaki selama 11 detik.

 

o        Menggambar dengan 6 bagian, menggambar orang lengkap

 

o        Menangkap bola kecil dengan kedua tangan

 

o        Menggambar segi empat.

 

o        Mengerti arti lawan kata

 

o        Mengerti pembicaraan yang menggunakan 7 kata atau lebih

 

o        Menjawab pertanyaan tentang benda terbuat dari apa dan kegunaannya.

 

o        Mengenal angka, bisa menghitung angka 5 -10

 

o        Mengenal warna-warni

 

o        Mengungkapkan simpati

 

o        Mengikuti aturan permainan

 

o        Berpakaian sendiri tanpa dibantu

 

 

Dari tahapan diatas terlihat bahwa perkembangan  motorik pada balita lebih dominan daripada perkembangan calistung. Sebenarnya masuk akal ya, saat bayi baru lahir, mereka nyaris tidak bisa melakukan apa-apa tanpa dibantu orang lain, dan untuk bisa berjalan saja, bayi harus melewati banyak tahap: tengkurap,, kemudian membalikkan badan, lalu duduk dan merangkak, berdiri, baru bisa berjalan. Apalagi untuk bisa membaca dan berhitung, yang pastinya butuh banyak koordinasi antar anggota tubuh.Wajar jika membutuhkan waktu lima tahun untuk menyiapkan seluruh anggota tubuh mereka siap menerima pelajaran calistung.

Terkadang kita lupa, bahwa perkembangan motorik  merupakan pondasi dari perkembangan kecerdasan anak. Jika motoriknya matang, maka semakin siap dia mengeksplorasi sekitarnya sehingga kecerdasannya berkembang pesat.  Menurut  Hurlock (1996), hubungan perkembangan motorik dengan kecerdasan adalah sebagai berikut:

 

a. Melalui keterampilan motorik, anak dapat menghibur dirinya dan memperoleh perasaan senang. Seperti anak merasa senang dengan memiliki keterampilan memainkan boneka, melempar dan menangkap bola atau memainkan alat-alat mainan.

 

b. Melalui keterampilan motorik, anak dapat beranjak dari kondisi tidak berdaya pada bulan-bulan pertama dalam kehidupannya, ke kondisi yang independent. Anak dapat bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya dan dapat berbuat sendiri untuk dirinya. Kondisi ini akan menunjang perkembangan rasa percaya diri.

 

c. Melalui perkembangan motorik, anak dapat menyesuaikan dirinya dengan lingkungan sekolah. Pada usia prasekolah atau usia kelas-kelas awal Sekolah Dasar, anak sudah dapat dilatih menulis, menggambar, melukis, dan baris-berbaris.

 

d. Melalui perkembangan motorik yang normal memungkinkan anak dapat bermain atau bergaul dengan teman sebayannya, sedangkan yang tidak normal akan menghambat anak untuk dapat bergaul dengan teman sebayanya bahkan dia akan terkucilkankan atau menjadi anak yang fringer (terpinggirkan)

 

e. Perkembangan keterampilan motorik sangat penting bagi perkembangan self-concept atau kepribadian anak.

Dari teori diatas, dapat kita simpulkan, pengenalan huruf dan angka pada balita hanyalah sekedar tahapan stimulasi tanpa target, karna kecerdasan calistung anak berkembang pada usia 5-6 tahun. Jika balita kita mulai memperlihatkan ketertarikan pada huruf dan angka, maka kita boleh memberikan stimulasi padanya dengan catatan, menggunakan metode yang sesuai dengan usia mereka yaitu bermain, serta stimulasi ini tidak boleh menggantikan jadwal stimulasi yang wajib diberikan pada usia balita yaitu stimulasi motorik.

 

 

DISKUSI GROUP ITB MOTHERHOOD MENGENAI TOPIK INI

Irma Herdiyanti

buibu,,, sy ketinggalan banyak huhuhu,, uda pernah ada yg nanya belum ya,, mulai umur berapa mengenalkan anak sama huruf, angka, bentuk, warna, dll? yang pertama dikenalin sbaiknya apa dulu? atau boleh bergantian? si anak bakal pusing ngga yaaah? sekian & terimakasih.

 

Vebi Nadhira Uma’ Richie

pendapat ahli mengenai hal ini berbeda2, kalau memang mau dikenalkan sekarang, biasanya dari hal kecil.. misal menyebutkan warna ketika mengenakan baju pada anak, menyebutkan bentuk dan warna mainannya. kalau angka dan huruf ada yang berpen…dapat langsung dikenalkan ada juga yang cuman jadi hiasan dinding (untuk negbuat anak familiar ajah), dan biasanya sebelum angka kita kenalkan dulu jumlah (menghitung bola, boneka dll), selain itu lagu-lagu biasanya terlebih dahulu dikenalkan (tanpa gambarnya, bisa lagu abc, 123, dll)

 

Hofiya Djauhari

ketinggalan sama siapa Irma? tenang aja, enjoy your motherhood :) . sebenarnya sambil kita bercerita atau mengajak ngobrol anakkan kita mengenalkan lingkungan ya…sambil jemur/jalan2 pagi, kita bisa sambil cerita bentuk dan warna…percaya deh, dia ga akan pusing, malah seneng denger ibunya nyerocos terus :D

 

Wini Kristianti

klo dulu cici dah umur 2taunan br nyetel2 vcd 1 2 3 n huuf,sy perhatiin dia apal,trus sy ajarin pake kartu baca suku kata,trus umur 3taunan dah kenal baca suku kata, 3,5 taun baca 2 suku kata, alhamdulillah 4taun dah lumayan lancar, skrg 5 …taun dah lancar abis bs bc teks ipin upin..bahayanya klo saya nonton film luar ber teks,dia dah bs baca hehe..kynya lbh cpt lebih baek n cpt bs deh,asal jgn dipaksa aja spy g trauma..

 

Nova Perbawa

Setuju ama ibu2 diatas,secepatnya aja sambil berkegiatan sehari2, lama2 anak2 jg bisa. Tapi jgn dipaksa,karna dampak kedepannya jelEk. Umur 10th biasanya kliatan dampak dari ‘pemaksaan’ anak belajar baca terlalu dini. Memamg ada anak yg bs …cepat membaca walaupun tanpa metode khusus n treatment khusus karna emang bakatnya begitu,ada yg cepat berhitung,ada yg menggambar,dsb,makanya ga boleh over stimulate disatu bidang,khawatir menutupi bakat aslinya.

 

Anindrya Nastiti

mengenai pengenalan materi pada anak, sempet baca udah lama kalo sebenernye tugas ortu di rumah itu lebih ke mempersiapkan anak untuk sekolah (school preparadness), jadi bagaimana anak bersosialisasi, anak bisa berkonsentrasi, dll. kalo soal materi (angka, huruf, dll) itu akan didapat di sekolah nanti.

 

Usie Lusiana

salam kenal mba irma.

bener kt moms diatas,,jgn dpaksa mba.

Anak sy uda bs baca huruf A-Z, 1-10, alif sampe ya, dr umur 1,5thn. Tp sama skali sy ga maksa&brmaksud dia bs baca d usia dini..tp brhubung anak sy jarang main dluar,,sukanya main dr…umah&suka saya beliin buku buat liat2 gambarnya,,tp dia suka nanya,itu huruf apa..jd dianya yg suka&nanya2,,alhasil dia cepet belajar..tp sy ga prnah maksa..ada kalanya jg dia lg malas maen sama buku&lebih suka maen sm maenannya..semua ada waktunya kok,,qta tinggal memfasilitasinya..sering2 beliin buku aja..

Maaf ya klo ga membantu,hehee.

Related Posts

Tags

Share This

468 ad

Leave a Comment