Keterlambatan Bicara?

by Rika Winurdiastri

Buat yang sedang khawatir anaknya belum bicara:) Semoga bermanfaat.

Aku mengamati, cukup banyak anak anak yang baru mulai berbicara di usia yang terlambat, di luar rentang dalam teori milestone-nya. Hal ini lah yang sempat membuatku ragu, maju mundur untuk berkonsultasi mengenai keterlambatan bicara anakku. Khawatir aku mengambil langkah yang terlalu berlebihan. Hey.. he was only 16-17 months old at that time. Banyak juga yang bilang “Ah biasa itu, ada anaknya si anu 4 taun baru bicara, anaknya si ani, bgini, bla blabla” Tapi aku tidak bisa membohongi diri bahwa aku cukup khawatir, alasannya bukan hanya karena melihat anak anak tetangga yang sudah bisa bicara barang 2-5 kata, tapi karena di teorinya, bayi sudah seharusnya mengeluarkan kata pertamanya sejak 7-9 bulan, walaupun itu sekedar mamama, papapa (babbling), atau kata sederhana yang biasanya suku katanya diulang. Anakku pada usia 6bln hingga 1 tahun? He didn’t babble, at all.

 

http://www.blankees.com/baby/speech/lan03.htm

6 months to age 1

  • understands some common words when used with gestures e.g.. “bye, bye”, “up”, “give me” and own name
  • tries to say sounds and words – “ba, ba”, “na, na”
  • tries to sing along with radio/TV
  • laughs and may imitate a cough

12 to 18 months

  • babbles – sounds like sentences
  • understands simple questions/statements e.g.. “where is your nose?”, “give me”
  • says words (not clearly)
  • nods “yes” and shakes head for “no”
  • enjoys rhythm and likes to “dance” to music

warning signs

  • does your child not talk at all? -à HE DOESN’T
  • is your child sociable? NO HE  IS NOT

http://www.babycenter.com/0_developmental-milestone-talking_6573.bc

13 to 18 months Now your child is using one or more words, and he knows what they mean. He’ll even practice inflection, raising his tone when asking a question, saying “Up-py?” when he wants to be carried, for example. He’s realizing the importance of language as he taps into the power of communicating his needs.

 

Anakku pada 15 bulan? Not even one single word. Vokal yang dikeluarkannya hanya ‘uh’. Hanya itu. Memang aku punya 2 pilihan: (1) yakin pada fenomena yang terjadi, bahwa anak lelaki memang suka telat ngomong, bahkan ada yang 4 taun baru ngomong, dan lanjut aja kasih stimulasi, (2) datang ke dokter tumbuh kembang untuk berkonsultasi, yang mungkin akan membuat Raul diterapi, padahal MUNGKIN tidak perlu perlu amat, atau BISA JADI perlu banget, krn merupakan gejala dari masalah keterlambatan lainnya.

Aku memutuskan memilih yang kedua, untuk menghilangkan segala kerisauanku. Tidak mau berspekulasi. Saat itu usianya 18 bulan.

Dokter tumbuh kembang sepakat, bahwa ada keterlambatan. Akhirnya Raul dijadwalkan untuk terapi 2 kali seminggu.

Saat nungguin Raul aku juga ngobrol dengan ibunya anak anak lain, membahas latar belakang mereka men terapi anak anak mereka. Bisa dibilang, kasus Raul sebenarnya paling ringan, karena Raul masih kecil, dan masih sedikit keterlambatan yang bisa dideteksi di usia Raul waktu itu. Di sana aku juga melihat anak yang hiperaktif, motorik sangat terbelakang walaupun sudah gede, dan lain lainnya.

Aku sering ngobrol dengan seorang ibu cantik (mari sebut dengan nama mba Wati – halah standar amat yak:D) yang membuatku bersyukur aku mendeteksi dini dan segera mengambil tindakan, – ngga mau gambling. Anaknya sempat diduga autis. Dia tampak sulit berkonsentrasi, dan fobia jika masuk lift. Terapinya pun macem2, bukan hanya seperti Raul yang terapi wicara. Anaknya menjalani rangkaian terapi, tiap pertemuan 2 jam (Raul Cuma 1 jam). Saat pertama ke dokter tumbuh kembang, beliau sempat ‘dimarahi’ dokternya dan mempertanyakan kenapa baru dibawa sekarang. Seharusnya sejak awal ada indikasi aneh, langsung bawa ke dokter. Semakin dini, semakin baik. Semakin dini identifikasinya, semakin mudah penanganannya. Beliau pun sudah menjalani terapi ini cukup lama, 1 tahun lebih. Progress Alhamdulillah ada memang. Tapi dengerin cerita beliau aku jadi mikir “lama benerrr yaaa, masa musti ngejalanin terapi selama itu”. Beliau juga sepakat dan setuju aku membawa Raul sekarang, ngga usah nunggu nunggu.

 

Aktivitas dalam terapi wicara juga sebenernya biasa biasa aja:

-          meronce

-          main puzzle (mengenal binatang,  buah, dll)

-          belajar mengenal profesi

-          mengenal gender laki laki dan perempuan

-          The point is, mengenal banyak hal adalah kunci ketrampilan berbahasa

 

Adapun aktivitas yang spesifik adalah

-          massage rahang

-          menyikat lidah (atas-bawah), rongga mulut (pakai sikat gigi 3 step)  à Raul jaman bayi ngga mengenal nih sikat gigi 3 step. Ini cuma tool modern aja sih, bisa diganti dengan mengenali tekstur makanan menurutku.

-          meniup (bisa dilakukan dengan peluit atau serpihan kertas)

-          menunjukkan bagaimana pelafalan vocal dan konsonan yang benar dan bagaimana bentuk mulut saat melafalkan itu: a (buka mulut lebar lebar), u (manyun semanyun manyunnya), dst.

-          memancing menjulurkan lidah (dengan mengoles madu/eskrim di luar bibir

-          mengenalkan konsep preposisi: di atas meja, di bawah meja, di samping. Dilakukan dengan games. Anak disuruh mengikuti instruksi. Kalo sukses tentu dipuji dan dia bangga banget. Kalo belum sukses ya…. Tetep disemangatin.

-          memancing untuk mengunyah, dengan memasukkan makanan ke bagian kanan-kiri mulut, supaya lidahnya terangsang untuk bergerak, memindahkan makanan ke tengah

Terkait dengan stimulasi lidah, ternyata baby led weaning adalah hal yang baik untuk menstimulasi wicara. FYI Raul dulu ngga BLW karena emaknya belum ngeh, dan Raul jg slalu nolak dikasih makanan padat.

 

Dari tindakan yang dilakukan, sebenernya bisa aja ibu ibu mencegah sebisa mungkin, dengan mengikuti tindakan di ruang terapi, karena sebenernya tindakannya biasa2 aja kok, dan tidak memerlukan alat yang khusus lho (kecuali sikat 3 step) Contoh:

-          Pas bersihin gigi pake kassa, sambil ditekan tekan lidahnya, dinding mulutnya.

-          Pijat pijat rahangnya, tekan tekan pipinya.

-          BLW yah jangan lupa. Kasih nugget suruh pegang dan makan sendiri di usia 7 bulan ke atas. Bisa juga buah potong dsb

-          Pastikan di rumah anak mendapat rangsangan yg cukup, dikenalkan dengan berbagai macam benda, warna, huruf, binatang. Ini sebenernya bukan bermaksud nyuruh anak jadi pintar sedini mungkin. Tapi ya memang kekayaan kosakata adalah hal yang penting dalam ketrampilan wicara. Mau ngomong apa kalo emang dia ga tau nama benda benda di sekitarnya. Kuncinya lakukan dengan cara yang fun yah.

-          Kalau ada indikasi keterlambatan, jangan bilingual. 1 bahasa saja. Kalau berdasarkan kepercayaanku (nyimpulin dari teori2 yang ada aja), boleh2 aja kok anak dapet ‘paparan’ terhadap bahasa lain, misal dalam bentuk lagu, suara tilawah (bahasa arab pan). Yang penting adalah bahasa untuk komunikasi intensifnya 1 bahasa dulu.

 

Alhamduillah, 6 bulan aku putuskan untuk berhenti  walaupun si dokter sebenernya suruh lanjut. Soalnya pas evaluasi di depan dokter, Raul jadi malu malu dan ngadat mengikuti instruksi. Tapi sepengamatanku, progresnya cukup baik, dan sudah bisa mengejar milestone normalnya. So ngikuti insting ibu aja, setelah 6 bulan perkembangannya kurasa cukup. Dari proses ini aku jg dapet oleh oleh petuah dan ilmu baru dari bu dokter mengenai perkembangan otak anak bawah tiga tahunJ

 

Sedikit oleh oleh pengetahuan dari bu dokter (sudah OOT dari topik ya)

Pada dasarnya, perkembangan otak manusia diawali dengan otak kanan duluan. Wajar jika bayi & batita memang tidak logis, tidak memikirkan sebab akibat, tidak menganalisis, mereka hanya menyerap menyerap dan menyerap. Jadi… jangan panik duluan kalo anak makan pake tangan kiri, nyoret2 pake tangan kiri. Karena otak kanan berhubungan dengan organ motorik badan sebelah kiri, sebaliknya otak kiri manifestasinya adalah gerakan badan sebelah kanan. Boleh perkenalkan sopan santun tangan kanan but do it gently. Kalau ngga (kalau dipaksa), malah bisa menghambat perkembangan otak kanannya

One thought on “Keterlambatan Bicara?”

  1. salam kenal..

    Favian juga sempat didiagnosa terlambat bicara tapi setelah serangkaian tes ternyata tidak ada masalah, hanya masalah stimulus
    Favian dulu BLW ria, jarang banget dikasih bubur
    Dekarang Favian sudah bisa ngikutin kata walo hanya ujung2nya tapi memang kategori cuek
    Kalo mau ngomong ya ngomong kalo gak mau dipaksa kayak apapun ya tetep gak ngomong

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>