Penjelasan Mengenai Inisiasi Menyusui Dini

Pada tahun 1992, WHO/UNICEF mengeluarkan protokol tentang Inisiasi Menyusui Dini (IMD) sebagai salah satu dari Evidence for the ten steps to successful breastfeeding yang harus diketahui oleh setiap tenaga kesehatan. Segera setelah dilahirkan, bayi diletakkan di dada atau perut atas ibu selama paling sedikit satu jam untuk memberi kesempatan pada bayi untuk mencari dan menemukan puting ibunya.

 

Manfaat IMD bagi bayi adalah:

  • membantu stabilisasi pernapasan,
  • mengendalikan suhu tubuh bayi lebih baik dibandingkan dengan inkubator
  • menjaga kolonisasi kuman yang aman untuk bayi
  • mencegah infeksi nosokomial,
  • mengeluarkan mekonium lebih cepat sehingga kadar bilirubin lebih cepat turun dan dapat menurunkan insiden ikterus [bayi kuning] bayi baru lahir
  • membuat bayi lebih tenang karena adanya kontak kulit dengan kulit, sehingga didapat pola tidur yang lebih baik. Dengan demikian, berat badan bayi lebih cepat meningkat dan lebih cepat keluar dari rumah sakit.

Manfaat IMD bagi ibu adalah dapat mengoptimalkan pengeluaran hormon oksitosin, prolaktin, dan secara psikologis dapat menguatkan ikatan batin antara ibu dan bayi.

 

Protokol IMD untuk persalinan normal dan SC telah disampaikan oleh Seruni dalam doc terpisah. Pada protokol ini, setelah lahir bayi hanya perlu dibersihkan secukupnya dan tidak perlu membersihkan verniks [karena lapisan lemak ini berfunsgi untuk mencegah kehilangan panas] atau mengeringkan tangan bayi, karena bau cairan amnion pada tangan bayi akan membantu bayi mencari puting ibu. Dengan waktu yang diberikan, bayi akan mulai menendang dan bergerak menuju puting. Bayi yang siap menyusu akan menunjukkan gejala refleks menghisap seperti membuka mulut dan mulai mengulum puting. Refleks menghisap yang pertama ini timbul 20-30 menit setelah lahir dan menghilang dengan cepat. Dengan protokol IMD ini, bayi dapat langsung menyusu dan mendapat kolostrum yang kadarnya maksimal pada 12 jam pascapersalinan.

 

(disalin dari Prawirohardjo, S. (2010). Ilmu Kebidanan, ed.ketiga, hlm. 369)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>