All posts by momadmin

Apa yang dilihat dan dialami anak selama masa tumbuh kembang

0-6 Bulan

Tiga bulan pertama kehidupan bayi Anda memang agak membingungkan baginya. Ia belum bisa membedakan pagi dan malam. Semua yang ia lihat tidak jelas. Sebagian besar waktunya dihabiskan dengan tidur, menyusu, dan buang air. Cakupan perhatiannya amat pendek, begitu juga dengan memorinya. Misalnya, ia bisa lupa apa yang baru saja ia lihat begitu ia menoleh ke arah lain.

Bagaimanapun, pada usia ini ia mulai mengerti bahwa ia begitu penting karena Anda selalu merespon terhadap apa yang ia butuhkan dan Anda selalu memberikan ia banyak perhatian. Ia akan membalas perhatian Anda dengan senyuman-senyuman pertamanya. Ia juga mulai mencari caranya sendiri untuk mendapatkan perhatian Anda, misalnya dengan teriakan kecil atau menggoyangkan badannya.

6-12 Bulan

Pada usia ini, jangan kaget kalau ia menangis bila Anda tinggal. Ia pikir bila Anda pergi, Anda akan pergi selamanya. Yang ia mengerti, jika ia tidak melihat sesuatu, hal itu tidak akan ada lagi. Buat ia mengerti konsep yang benar dengan bermain cilukba!

Yang mengagumkan, pada usia ini ia sudah mulai mengenal hukum fisika. Riset menunjukkan, pada usia enam bulan, seorang bayi akan kaget melihat ada benda yang terlempar tapi tidak jatuh ke tanah. Ya, ia sudah mengerti hukum gravitasi! Mendekati ulang tahun pertamanya, bayi Anda dapat mengerti perintah-perintah Anda (dan bagaimana untuk melawannya!). Meski tidak yakin ia mengerti kata-kata Anda, Anda perlu konsisten terutama mengenai larangan melakukan sesuatu yang berbahaya mengingat ia makin banyak gerak dan mulai dapat berjalan.

12-18 Bulan

Mayoritas balita sudah tahu sekitar 200 kata pada saat mereka mulai berbicara. Tapi karena kosakatanya terbatas, anak Anda bisa jadi menggunakan satu kata untuk banyak hal. Misalnya ia memanggil ayahnya “papa”, ia bisa juga memanggil pak supir dengan “papa” hanya karena ia tidak tahu harus panggil apa. Seiring dengan meningkatnya kemampuan bahasa, perilaku anak Anda juga makin teratur. Ia bisa merangkai dua gagasan dan membuat rencana. Misalnya, ia ingat bahwa ia meninggalkan bonekanya di depan TV lalu ia pergi ke sana dan mengambilnya.

Pada fase usia ini, anak semakin mandiri. Ia lebih banyak beraksi ketimbang bereaksi. Ia akan bereksperimen pada banyak benda di rumah. Tidak perlu memarahinya jika Anda menemukan ia sedang memasukkan biskuit ke dalam DVD player. Beri penjelasan mengapa makanan tidak boleh jadi satu dengan alat elektronik. Ia akan belajar dari trial and error bagaimana benda-benda dapat bekerja dan benda mana yang cocok dengan yang lain.

18 Bulan Ke Atas

Sekitar usia 21 bulan, anak Anda akan mengucapkan kata-kata dan membentuk kalimat sederhana. Ia akan merespon pertanyaan yang Anda berikan dan mungkin juga bertanya kepada Anda (“Mama makan apa?”). Ia akan bisa membedakan warna dan belajar angka satu sampai 10. Ia sudah bisa mengerti konsep yang lebih rumit seperti ukuran benda-benda.

Pada usia 21-23 bulan, anak Anda akan mengerti siapa yang ia lihat di cermin. Sebelumnya, ia melihat bayangan di cermin sebagai orang yang berbeda. Ia akan mengenali pula foto-foto terbaru dari dirinya. Ia sekarang memiliki perasaan dan mulai bisa berempati. Namun ia masih belum mengerti bahwa perilakunya bisa berdampak bagi dirinya atau orang lain. Misalnya, kalau ia memukul Anda dan ia tidak merasa sakit, ia tidak mengerti kenapa Anda kesakitan. Kesadaran dirinya sebagai orang yang mandiri dengan keinginan-keinginannya sendiri kadang bisa menjengkelkan. Meski waktu-waktu seperti ini menyulitkan, Anda perlu ingat bahwa perilaku anak Anda sangatlah natural. Ajari ia dengan sabar dan lambat laun ia akan mengerti bahwa orang lain juga memiliki perasaan.

Pregnant woman and family

Kerjasama Ayah dan Ibu dalam Pengasuhan

Usia 0-1 tahun

Peran Ibu:

  • Merawat: menyusui, memberi makan (saat sudah tiba diberi MPASI), memandikan, menggendong, menjaganya saat tidur, dll.
  • Menjaga kesehatan anak
  • Memperhatikan kebutuhan nutrisi anak sesuai dengan perkembangan fisik dan kognitifnya
  • Memberi stimulus untuk perkembangan sensorimotorik: memberi sejumlah perangsangan, misalnya bermain cilukba
  • Menyediakan sarana untuk perkembangan motorik agar memungkinkan bagi anak leluasa bergerak ketika belajar merangkak, berjalan, dll.
  • Mengajarkan interaksi dengan banyak-banyak berbicara dengan anak disertai dengan kontak mata agar terlatih berkonsentrasi dan memberi perhatian pada lawan bicara
  • Memperkuat kontak batin dengan memperbanyak sentuhan dan belaian

Peran Ayah:

  • Membangun kedekatan emosional dengan anak melalui banyak kontak fisik
  • Membantu ibu merawatnya, sekali-kali mengganti popok, menimang, atau bermain dengan anak
  • Berinteraksi verbal dengan anak untuk meningkatkan kemampuan komunikasinya, sering-sering memanggil dia dengan namanya
  • Membimbing anak ketika belajar berjalan, karena ayah tidak seprotektif ibu pada umumnya, self esteem anak akan terbangun

Usia 1-3 tahun

Peran Ibu:

  • Menjaga lingkungan yang dieksplorasi anak agar tetap aman dan bersih
  • Tidak banyak menyerukan ungkapan kekhawatiran:”awas jatuh,!”, “aduh nanti bajunya kotor…”. dll karena anak seringkali kaget dengan seruan-seruan yang tiba-tiba
  • Memberi stimulasi kognitif dengan mengenalkan konsep dasar warna, bentuk, ukuran, dan kosakata
  • Semakin sering mengajak anak bicara dan bercerita
  • Mengenalkan emosi pada anak agar ia mengerti bahwa menangis itu karena sedih, tertawa jika senang, dll, anak dapat melampiaskan emosinya dengan tepat
  • Melatih kemandirian perlahan-lahan dengan membiarkan anak melakukan beberapa hal sendiri

Peran Ayah:

  • Memberi motivasi pada anak untuk mengeksplorasi lingkungan, misalnya saat dia jatuh berilah ungkapan-ungkapan yang membesarkan hatinya
  • Menjadi pelindung bagi anak
  • Mengembangkan kemampuan komunikasi anak, kognitif dan kemandiriannya bersama ibu.

Usia 3-5 tahun

Peran Ibu:

  • Meningkatkan aktivitas anak menjadi lebih kompleks, misalnya bermain sepeda
  • Meningkatkan aktivitas yang melatih aspek motorik halusnya
  • Membacakan cerita yang alurnya lebih panjang dan mendengarkan anak bercerita; sering bertanya jawab dengan anak
  • Membimbing anak untuk lebih mengenal alam dan lingkungan
  • Memberi lebih banyak kesempatan untuk mandiri
  • Memberi ruang bagi anak untuk berinteraksi dengan kawan sebayanya
  • Meladeni pertanyaan-pertanyaannya dengan sabar

Peran Ayah:

  • Menemani anak beraktivitas seperti bermain sepeda
  • Memberi motivasi untuk terus belajar
  • Mengajarkan konsep bilangan dan ukuran dengan sarana yang konkrit
  • Mengajarkan konsep berbagi dengan kawannya
  • Mengenalkan emosi dan mengekspresikannya; misalnya memberi pengertian pada anak bila ia terpengaruh lingkungan mengatakan kata-kata yang tidak baik
  • Menjawab pertanyaan anak atau membantunya mencari jawaban ata pertanyaan-pertanyaan tadi bila tidak tahu jawabannya

Usia 6-9 tahun

Peran Ibu:

  • Mendampingi dan menjadi pengajar yang baik bagi anak
  • Memilihkan sekolah yang baik bagi anak bila memutuskan untuk memberikan bimbingan akademik melalui sekolah umum
  • Tetap melatih kemandirian dengan melatihnya mengatasi beberapa masalah sendiri, termasuk yang terkait dengan persoalan akademik
  • Lebih intens mendekatkannya dengan buku agar menjadi gemar membaca
  • Mengenalkan kebiasaan hidup hemat, menabung, dan mengatur keuangannya

Peran Ayah:

  • Melibatkan anak dalam beberapa aktivitas ayah misalnya ketika membongkar mesin-mesin atau kendaraan
  • Berbagi wawasan yang menarik dengan anak
  • Mengajak si kecil berolahraga dan membiasakannya dalam kehidupan harian
  • Mengajari cara bersosialisasi dengan baik, misalnya bagaimana bersikap pada kawan yang usil
  • Mengajarkan cara membela diri juga waktu untuk mengalah

Usia 9-12 tahun

Peran ibu:

  • Menempatkan diri sebagai sahabat anak selain sebagai pendidiknya
  • Bersiap-siap mendampingi anak menghadapi masa pubertas; terutama dengan anak perempuan, misalnya menjelaskan gejala menstruasi, menjaga kebersihan, juga mengatasi gejala-gejala serta-nya
  • Menjelaskan pada anak terkait tanggung jawab yang harus ditanggungnya memasuki masa dewasa
  • Tetap mengasah kemampuan anak

Peran Ayah:

  • Menjadi sahabat yang baik bagi anak
  • Bersiap mendampingi anak menghadapi masa pubertas terutama pada anak laki-laki; menjelaskan tentang mimpi basah, dll.
  • Bertindak tegas dan toleran pada tempatnya
  • Mendampingi anak lelaki dalam aktivitas-aktivitas fisik seperti olahraga untuk menyalurkan energinya

Disarikan dari: Excellent Parenting: Mejadi Orangtua ala Rasulullah. Indra Kusumah, S.Psi dan Vindhy Fitrianti, S.Psi

Melejitkan kecerdasan akal anak Tanpa Beban, oleh tim kurikulum HSG Khoiru Ummah

Anak memiliki potensi luar biasa, Para orang tua harus mampu melihat dan mengakuinya. Banyak orang tua yang tidak bisa melihat potensi anaknya. Banyak yang tidak bisa mendiskripsikan anaknya berarti kemungkinan ada potensi yang terlewatkan. Kebanyakan yang dibicarakan itu kelakuan anak-anak tentang perkembangan anak. Ada Anak yang membela diri dengan berbohong padahal tinggal bagaimana orang tua mengajarkan berbahasa yang baik kepada anak agar membela diri tanpa harus berbohong. Kesalahan perlakuan ortu kepada anak, ketika ortu kurang adil. Apapun komentar anak, yang pertama sebelum menilai, pahami dulu realitasnya, apakah kemunduran atau perkembangan.

Setiap anak memiliki hak untuk disayang ortu meskipun porsi perhatiannya sama. Memuliakan, menghormati anak, sehingga di rumah, anak memiliki eksistensi. Anak yang usil keteman, ada anak yang menanam eksisitensi dari penderitaan orang lain. Seperti adanya geng motor dll, Geng itu lebih menghargai, isap narkoba karena dihargai kelompoknya adalah dampak dari tidak memiliki eksistensi dari rumah. Inilah pentingnya memahami eksistensi dirumahnya. Percaya Diri nya rendah atau hancur biasanya anak2 yang menjelang 10 tahun, tadinya kecerdasannya A tapi jika PD nya hancur bisa anjlok sampai D. Para ortu harus memperhatikan potensi naluri anak. Sehingga tidak ada potensi yang tertekan, mandeg. Nalurinya berkembang dan akalnya juga berkembang begitu juga fisiknya.

akal memiliki kapasitas untuk memperhatikan fenomena dilangit dan bumi untuk menemukan tanda2 kebesaran Allah. Anak kita punya potensi mengenal Allah apabila akalnya disuruh memikirkan penciptaan Allah, menemukan Allah dari mempelajari dirinya, hewan, bumi dll. Mengenal karekteristik alam semesta. Dalam mencerdaskan anak, harus selalu konek dengan Allah. Semua itu untuk membangun kesadaran sebagai hamba. Dia bersyukur kepada Allah dengan asma ul husna yg 99 sifat itu.

Allah akan menganugrahkan hikmah kepada orang yang Dia kehendaki, yang akan diberikan kebaikan yang banyak yaitu yang bisa mengambil pelajaran dari apa yang dia indra dialah ulul albab (ketika berpikir dan berkesimpulan) yaitu Bagaimana ending berpikirnya itu ada jiwa ketundukan. Supaya keberadaan anak mengenal Allah dan bersyukur atas nikmat Allah. Antara karunia dengan syukur kita. Tanpa karunia Allah kita ga bisa hidup. Jika Allah menarik partikel oksigen dari udara, maka mahluk hidup mati semua. Kecerdasan tertinggi yang bisa menemukan sang kholik disetiap penciptaannya. Mengharuskan dirinya untuk tidak celaka, untuk selamat berarti ketaatan. Implementasi syukur = ketaatan. Kadar manusia istimewa yang tidak dimiliki mahluk Allah yang lain adalah akal. Malaikat ga punya akal.

Definisi akal = kemampuan memahami hakikat fakta yang di indera.
Akal = potensi istimewa yang membuat manusia menjadi pemimpin di bumi, memimpin mahluk2 Allah di Bumi. Sehingga tidak terjadi persaingan antara manusia dan hewan. Manusia harus berposisi sebagai pemimpin bukan merusak. (Al-Baqoroh:31-32) Adam mengetahui nama2 benda setelah Allah mengajarkannya. (Al-Baqoroh:6-7) dari sini dipahami bahwa manusia bisa merubah diri bila difungsikan indranya. Yang tidak memfungsikan inderanya tidak bisa beriman. Yang tidak menggunakan akalnya. Ketika yang kafir tapi menggunakan akal, nanti dia bisa beriman. Indra yang tidak berfungsi = tidak berpikir. Akal berfungsi untuk menemukan Allah dalam ciptaannya sehingga dia beriman bila seluruh indera diaktifkan. Anak kita bisa memahami fakta bila informasi terdahulunya benar. Mengaktifkan semua inderanya dan memberikan malkumat benar sebanyak2nya dan faham.

Proses berbahasa anak setiap pilihan katanya tergantung orang disekitarnya. Jika pilihan katanya jelek maka itulah yang akan diungkapkan anak termasuk anak mengkritik kita, ga boleh membela diri. Bahasa mempengaruhi cita rasa bahasa. Mencontoh itu potensi. Kenapa ada yang hadir yang jelek pada anak2. Anak punya potensi mencontoh, maka berikan contoh yang baik.

Proses pencerdasan anak tidak tergantung jam belajar. Potensi indera dalam pembelajaran. Fokusnya melihat sehingga indera pendengarannya ga difungsikan. Jika melihat maka tidak bisa pararel mendengar. Supaya optimal pembelajaran bahasa yang baik, nasehat, harus dijelaskan setiap point, beri pendengaran seaktif mungkin, pendengaran. Sejak ruh ditiup, 4 bulan pendengaran sudah diaktifkan. Ada buku “yang dia hafal adalah ayat yang sering dibacakan orang tua”. Paket ibu2 hamil menghafal al-qur’an.

Metode untuk mencerdaskan akal supaya paham segala sesuatu adalah metode aqliyah bukan ilmiah, mengfungsikan akal yang kata kuncinya 2 : informasi dari onbjek yang diindera, penginderaan yang detail ttg objek tersebut. Target anak usia dini baru menstimulan berpikir, semua indra diaktifkan mulai dari tahfidz, suara orang. Pelajaran mengaktifkan indera tidak memerlukan buku. Realitas alam semesta yang dibutuhkan anak. Telinga bisa mengindera benda, merasa dengan lidah, setiap benda punya ciri khas. Modal ber ijtihad, tahkikul manat. Ukurannya penginderaan. Sayang sekali penginderaan ini tidak diaktifkan.

Jangan kasih yang imitasi, kasih yang riil. Harus benda aslinya : Metode aqliah, mencerdaskan akal. Realitas di indera sedetail-detailnya. Ini berpikir anti gosip. Orang eksak ga suka gosip. Elektro, fisika ga suka gosip. Anak Jangan disuguhi iklan yang salah, seperti statemen 2 permen = segelas susu. Slogan di TV : Sayang anak, iklan yang keluar adalah membelikan mainan mahal, game, mobil dll. Sayang anak yang benar gimana? Banyak informasi yang ga tepat termasuk racun bagi anak. Seringkali yang sehat = susu yang mahal. Padahal komposisinya sama. Berpikir yang benar itu perlu supaya tidak termakan iklan, rawan gosip.

Untuk anak usia dini, berikanlah makanan yang menstimulan otak sehat, berikan protein tinggi, pantangannya MSG and the geng. Bahaya pewarna, MSG (merusak sel2 otak), pewarna merusak sistem dan mekanisme. Contonya jika ada pesan berantai jika 1 kata ilang, sampai belakanng kacaulah info kesimpulannya. MSG = merusak sel otak, Racun bagi anak yang tumbuh. Usia 5tahun, 80%. 99% pada 10tahun. Ini adalah Miniatur orang dewasa, hampir sempurna untuk menerima tanggung jawab. Hafal quran sebelum 10 tahun. Jika ada noda hitam maka akan susah menghafal. Data perkembangan otak, sel, mekanismenya yang tercepat, protein harus besar sampai 10tahun, hindari anak2 dari makan makanan yang beracun buat perkembangan anaknya.
Makanan
Stimulan (informasi benar sebanyak2nya), stimulan memberikan rill, bahan2 alami yang berwarna. Jangan berikan peluang mengindera yang salah. Berikan fokus anak pada fokus yang benar. Buat konsentrasi anak yang pada benar.
Melejitkan kecerdasan anak, harus memperhatikan 2 hal :
Perkembangan dan pertumbuhan otak
Perkembangan potensi berfikir anak
Yang merusak anak : game2 dan film2 yang ga ril. Riwayatnya ulama sebelum 10 tahun sudah hafal qur’an. Meskipun ga 30 juz minimal sampai al-baqoroh. Ketika mencari ilmu bisa menerima ilmu hingga tua yang membedakannya hanya masalah kapasitas kecepatan otak untuk mencerap ilmu.

Kemampuan anak dari berbahasa = kemampuan berpikirnya cepat, akal yang berfungsi = komunikasi 2 arah. Dalam penelitian, dilihat dari berkomunikasi dan berkonsentrasi, kemampuan identifikasi berlanjut pada kemampuan memilih, atau meniru. Tiap anak bisa meniru baru memilih atau sebaliknya. Ini sangat berpengaruh pada anal seperti cara promosi iklan di TV, komunikasi menarik yang salah bisa jadi benar, yang lucu bisa ditiru. Penderitaan orang ditertawakan dari tontonan pelawak. Harusnya ketika temannya jatuh ditolong, bukan ditertawakan. tapi banyak perilaku orang dewasa yang meracuni anak. Hasil penelitian yang bisa dijadikan bahan. Lakukan proses agar anak berkembang terus. 1 tahun 2 bulan bisa mendengar utuh an-naba. Usia 8 bulan setiap mau tidur di bacakan qur’an baru tidur, kalo ga nyenyak tinggal stel murotal maka si bayi akan tidur dengan nyenyak, kalo dah ngaji dia tenang, stel murotal, sensitif pendengarannya. Banyak yang menggunakan lagu. Ngaji sendiri lebih bagus, sholawat. Jangan kenalkan lagu berbahasa indonesia. Ayat2 quran dan sholawat yang berbahasa arab dulu saja agar anak terbiasa dengan bahasa arab.
1-2 tahun, anak memiliki rasa ingin tahu yang sangat besar :
Anak mulai mengamati hal2 di luar dirinya (13 bulan)
Anak mampu berkonsentrasi sekitar 10 menit (14 bulan)
Anak mengembangkan kemampuan meniru (17 bulan)
Usia 12-17 bulan, anak dapat memahami kalimat, anak dapat mengembangkan komunikasi dengan menggunakan gerakan tubuh, tangisan dan mimik wajah
Usia 18-23 bulan, anak dapat mengucapkan kata2, jumlah kata yang dapat diucapkan mencaoai 50 kata, anak mengenal kata2 baru lebih cepat
Usia 3 tahun, perbendaharaan kata anak dapat mencapai 1000kata dengan 80% dapat dipahaminya, anak mulai banyak berbicara dengan orang2 disekelilingnya, terutama ayah, ibu dan anggota keluarga lainnya.
Jika anak terus menerus dikasih informasi yang bagus, informasi yang anak terima bila terus menerus dilakukan dengan menghilangkan ketidaksukaannya bias di stop dengan di alihkan. Jangan katakan haram dengan lagu tapi berikan contoh yang bias membawa ke taqwa. Anak kecil juga gitu, boleh melihat TV tapi yang membuat kita baik, sholeh, pintar. Tapi alihkan. Siapkan ruangan untuk berantakan bagi anak.

Komunikasi 2 arah harus 1,2 tahun. Konsentrasi 10 menit. Usia 12 bulan, 1 tahun sudah bisa memahami kalimat.
Mengaktifkan berbahasa lisan dan mendengar, lafaz2 berbahasa arab lebih susah, komunikasi bahasa indonesia cepat fasih. Yang berat adalah tahapan berpikir. Sains atau sosial, dipahamkan tentang pentingnya air bening, menanam pohon disekitar rumah, memelihara air bersih, mampu berkarya dalam kalimat. Anak2 perlu peka lingkungan.
Membuat sendiri cerita anak, mencerdaskan anak seiring kecerdasan berbahasa. Tv membuat konsentrasi lemah. Yang dibutuhkan adalah konsentrasi lama, dilihat dan di indera lama yang diselingi komunikasi. Coba lihat pohon mangga, bunga, daun, dll hingga rasa.
Usia 7-12 tahun :
Anak sudah memahami hakekat sesuatu fakta yang di indera
Anak mampu berpikir sistematis dan logis berdasarkan objek2 yang bisa di indera dan aktivitas rill.
Mau diisi apa, akal anak kita?
Output = agar anak menjadi sholeh, apa yang kita kasih? Ya al-qur’an. Penginderaan tentang alam semesta, ilmu digunakan untuk memenuhi kebutuhan potensinya. Misal anak mau makan minimal punya infomasi, halal dan toyib. Anak usia dini ga bagus dibawa ke super market, bagusnya kepasar tradisional yang wujudnya masih asli.
Fungsi akal : memenuhi kebutuhan fisik dan naluri membutuhkan pemenuhan dengan dikendalikan oleh akal berupa :
Terpenuhi secara benar dan cepat, sesuai hakikat penciptaan manusia
Teraihnya martabat yang mulia dihadapan sang pencipta.
Sebuah realitas yang salah bisa jadi keyakinan karena itu terus yang dia dapat, jangan biarkan anak belajar sendiri karena yang salah itu jauh lebih banyak. Meskipun kita tidak bisa mensterilkan dari hal2 yang salah, fokus pada apa yang kita sampaikan dari pada apa yang dia dapat. Kemampuan kita berbahasa akan kalah dengan bahasa iklan di TV karena iklan lebih menarik, maka gunakan potensi kasih sayang anak, biar anak fokus pada ucapan kita dari pada TV. Itulah gambaran mencerdaskan akal dengan harapan anak di usia 7 tahun sudah memahami fakta yang dia indera, tidak terbawa arus.

SMA sudah berpikir bangsa, imam syafi’i jadi mufti 17 tahun, ibnu sinna jadi dokter 17 tahun. Kedzoliman di rumah tangga adalah dosa, Allah maha melihat.

Gunakan bahasa al-quran dengan motivasi, reward di quran itu surga. Yang diancam itu orang kafir, Pola itu harus konsisten, anak usia dini belum bisa konsisten, tergantung pengawalan orang tua. Jangan solat sendiri, anak PAUD ga ngerti. Mandi bersih, dampingin jangan dikerjakan sendiri biar anak mandiri sendiri. Dampingi dan contohkan. Jangan berpikir praktis, memberikan fasilitas memadai untuk tumbuh kembang anak. Di SD bangun ga boleh boleh lewat subuh. Pembiasaan di usia dini tidak bisa dipastikan konsisten, beres solat baru bahas kesalahan. Harus ada prolog, persiapan, penyiapan, siapkan dulu beberapa menit sebelumnya.

Pendampingan tanpa membebani anak sedikitpun, perlu memahami perkembangan anak, antara akal dan kejiwaan/ naluri. Trauma menulis, dimarahi adalah menurunkan Pdnya. Maka proses pembelajarannya akan menurun, terjadi penurunan belajar. Ga ada ceritanya takut terpendam atau melawan, ke 2nya ga positif, yang suka membangkang jadi suka negatif tingking, dirumah selalu disalahkan. Kasihan anak yang harusnya tumbuh kembang jadi terbebani, rasa ingin taunya akan mati, sangat terhambat. Kemampuan intelektualnya tidak akan melejit. Jika stimulan nya intensif dia akan menyamai temannya jika PD nya naik. Naluri dan eksistensi diri itu penting karena yg inteletualnya tinggi tapi tanggap lingkungannya tinggi… jangan fokus pada kognitif tapi tumbuh kembangkan PD nya juga. Menyenangkan di alam semesta. Jangan dibawa gengsi ortu buat anak.

Supaya bisa menghadapi apapun, pahami dulu dengan siapa kita berhadapan. Pahami dulu latar belakangnya apakah bosan atau apa? Anak yang suka keluar dari kelas memang belum bisa mengikuti arahan, belum mau. Bisa jadi dirumahnya ga pernah ditata teratur atau dirumahnya terlalu ketat tidak diberi spase ke anak. Konsidi anak dipahami. Dirumah sangat ketat, beri pengarahan dengan kasih sayang. SD juga sama sudah lebih heboh, perkembangan anak pra balig secara umum, berikan perhatian. Jangan dipaksa pada titik ekstrim propokator , jangan dipaksa nanti akan timbul masalah.

Pahami perkembangan sesuai usia. Proses dalam realitas, jangan suruh ngalah kalo ga ngerti ngalah, mengajak kakak bersama2 ngurus ade. Beri perhatian khusus pada anak, kerjasama dengan anak, siapa yang merasa diabaikan. Berikan perhatian khusus. Ada program direncanakan. Emosional anak mudah ditaklukan. Ortu terlalu arogan, temukan senjata2 yang menyentuh nalurinya. Minta maaf dulu jika salah. Anak berkasus harus diselesaikan dengan anak, harus tersenyum. Cita rasa berbahasa anak.

Pindang Bandeng Betawi

Bahan:
2 buah ikan bandeng @ 1/2 kilo

Bahan A :
6 siung Bawang merah
5 buah kemiri
1 1/2 ruas kunyit

Bahan B :
10 cabai rawit
1 buah Bawang putih
1 buah gula merah
1 ikat sledri
2 buah daun salam
Asem secukupnya
kecap bango ( satu sendok sayur )
Garam secukupnya
air secukup nya

Cara membuat :
Tambus ( garang ) bahan A lalu tumbuk beserta bawang putih, cabai rawit, dan garam.
masukan bumbu yang telah di halus kan kedalam panci, beri air secukup nya lalu masukan kecap, daun sledri, daun salam serta bandeng yang telah di potong potong 5 bagian masak sampai matang

sumber : http://fistica.multiply.com/reviews/item/4tips :- makanan dibiarin over nite bikin maknyuuss

Tips Tanpa Asisten Rumah Tangga (ART)

Berikut tips dari bunda Rahma mengenai mengatur rumah tanpa ART

(1) Pilih mesin cuci yang full otomatis. siapin kantong jaring untuk masukin baju bayi ke dalam mesin cuci, ini biar baju bayi ga cepet longgar
(2) pake diapers. Walau di Indonesia banyak pro kontra, tp pada waktunya anak bisa ke toilet sendiri ko, walaupun memang anak yang pake diapers sedikit lebih lama dari yang ngga pake pampers. tapi ini bener2 nolongin jumlah cucian dan menurunkan level stress ;)
(3) cari daycare sedini mungkin, kl bisa yang deket rumah/deket kampus
(4) kl punya mobil sendiri sangat2 akan membantu mobilisasi. jangan lupa carseat
(5) belanja mingguan, kecuali kl ada warung/supermarket/tukang sayur deket rumah yang mudah dijangkau bersama anak2.
(6) agak longgar urusan nyetrika. pake pelembut baju saat nyuci, habis kering langsung dilipat saja ^^
(7) agak longgar urusan rumah rapih. dan jangan menunda membersihkan rumah/mencuci piring. langsung cicil selagi memungkinkan.
(8) untuk masak, jangan terpaku dengan resep masakan baku. kreatif dan spontan dalam memasak jadi menyenangkan dan hemat waktu ^^
(9) positif thinking untuk bisa dan mampu memberikan ASI. ini memberikan kenikmatan intim bersama bayi, dan mengurangi cucian botol :)
(10) positif thinking bahwa seorang Ibu sudah diberikan kemampuan alami untuk mampu mengurus anak dan rumah (plus jika ada amanah tambahan), tinggal kita asah dan melatih diri sendiri setiap hari nya.
(11) berterimakasih jika suami membantu, tapi jangan menuntut
(12) belajar menikmati :)

akeelah and bee

Akeelah and The Bee: Jangan Takut pada Dirimu Sendiri

Resensi oleh: Yentri Marchelino

Judul Film: Akeelah and The Bee

Tahun rilis: 2006

Sutradara: Doug Atchison

Produser: Laurence Fishburne, Sid Ganis, Nancy Hult, Daniel Llewelyn, Michael Romersa

Pemeran: Keke Palmer, Laurence Fishburne, Angela Bassett, Curtis Armstrong, J. R. Villareal

Film ini salah satu dari sekian film keluarga yang menurut saya sangat memotivasi. Di dalamnya tertutur kisah tentang impian, usaha, persahabatan dan cinta. Hampir tidak ada peran antagonis dalam film ini, karena sang antagonis tidak sejahat cerita dalam film lain.

Akeelah Anderson (Keke Palmer) adalah anak perempuan kulit hitam berusia 11 tahun yang bersekolah di salah satu distrik di negara bagian Los Angeles, Amerika Serikat. Dengan pengalaman kehilangan ayahnya di usia yang sangat muda, dan ibunya ,Tanya Anderson (Angela Basset),  yang sangat sibuk untuk mengurus keempat anaknya, Akeelah tidak pernah merasa mendapat tempat untuk dihargai. Ia tumbuh tanpa rasa percaya diri. Ia seringkali mangkir dari pelajaran, tidak mengerjakan pekerjaan rumah, serta tidak pernah menunjukkan ketertarikan pada bidang apapun, walaupun ia selalu mendapatkan nilai bagus untuk pelajaran Bahasa Inggris, terutama untuk spelling (mengeja).

Pada saat di sekolah ada kontes spelling bee (perlombaan mengeja kata dalam bahasa Inggris), guru Bahasa  Inggrisnya menyarankan Akeelah untuk ikut serta, namun ia menolak. Dengan sedikit ancaman, akhirnya kepala sekolah Crenshaw Middle School tempat Akeelah bersekolah, Mr. Welch (Curtis Armstrong) berhasil memaksanya ikut perlombaan tersebut, dan tentu saja ia menang dengan mudah. Pada saat yang bersamaan, sekolah mereka sedang menerima kunjungan dari Dr. Joshua Larabee (Laurence Fishburne), yang tertarik dengan bakat Akeelah. Ia menantang Akeelah untuk mengeja beberapa kata sulit termasuk kata “Pulchritude”. Akeelah berhasil mengejanya, kecuali kata terakhir tersebut. Dengan kemenangannya di lomba Spelling Bee sekolah, Akeelah diberi mandat untuk mewakili sekolahnya di tingkat distrik, namun ia hampir tidak mau mengikutinya. Berkat motivasi dari kakak dan sahabatnya, ia memberanikan diri untuk mendaftarkan diri.

Pada kontes tingkat distrik ia bertemu dengan Javier Mendez (J.R. Villarreal) dan Dylan Chu (Sean Michael Afable), dua orang anak sekolah swasta Woodland Hills yang sudah mempunyai pengalaman banyak dalam kontes spelling bee. Bahkan Dylan sudah dua kali menjadi juara dua pada tingkat Nasional. Singkat cerita, Akeelah, Javier dan Dylan berhasil menang dan maju ke perlombaan spelling bee tingkat negara bagian Los Angeles. Akeelah sedikit beruntung dalam lomba ini karena peserta terakhir yang seharusnya memenangkan lomba, didiskualifikasi karena curang.

Akeelah yang pada awalnya menolak bantuan dari Dr. Larabee akhirnya menyerah dan mengakui bahwa ia butuh guru untuk melatihnya menghadapi perlombaan besar tersebut. Dr. Larabee membantu Akeelah bukan hanya dalam hal mempelajari kata-kata baru, tapi juga membantunya menemukan hal yang ia inginkan. “Aku ingin memenangkan Perlombaan Spelling Bee tingkat Nasional.”, Dr. Larabee berhasil memaksa Akeelah untuk menetapkan tujuan. Lalu, berhasilkah Akeelah memenangkan perlombaan di tingkat negara bagian untuk melaju ke tingkat Nasional? Bagaimana ia kemudian bisa menjembatani antara rasa ibanya terhadap Dylan dan keinginannya untuk menang? Demi melihat usaha Akeelah yang luar biasa untuk memenangkan perlombaan, lingkungannya ikut berubah. Perubahan apa yang terjadi, lalu bisakah dengan perubahan tersebut Akeelah mencapai impiannya? Nonton deh, dijamin terharu :)

Potensi diri. Tidak semua orang dapat menemukan apa yang menonjol dari dirinya, apa kelebihan, dan apa kekurangannya. Dan kalaupun ada orang yang menemukan potensinya sendiri, tidak semua mendapat kesempatan, bisa, atau mau memanfaatkan potensi tersebut, menggenjot usahanya sampai ke tingkatan paling tinggi. Sebagian orang terlalu takut untuk membuktikan pada dirinya sendiri bahwa ia bisa, sebagian yang lain takut terhadap lingkungannya. Tapi film ini menunjukkan kepada kita bahwa segala sesuatu yang dikerjakan dengan sebaik-baiknya usaha, akan membawa kebahagiaan tersendiri pada sang pelaksana. Hasil yang baik sesungguhnya adalah hadiah, bukan semata tujuan dari apa yang kita usahakan.

Film ini juga menunjukkan bahwa kompetisi adalah sesuatu yang tidak terhindarkan dalam hidup kita, tapi kompetisi bukan berarti harus mencari musuh. Bekerja sama dalam mencapai tujuan, mempunyai nilai tersendiri, dan justru bisa mengubah lawan menjadi kawan. Terakhir, ada kutipan yang saya ambil dari film ini:

“Our deepest fear is not that we are inadequate
Our deepest fear is that we are powerful beyond measure
We ask our selves, ‘Who am I to be brilliant, gorgeous, talented and fabulous?’
Actually, who are you not to be?

We were born to make manifest, the glory of God that is within us
And as we let our own light shine, we unconsiously give other people permission to do the same.”
~Akeelah and The Bee, 2006~

Mudah-mudahan resensi ini cukup lugas untuk mengingatkan dan memotivasi kita semua, bahwa setiap manusia mempunyai kekuatan tersembunyi. Kekuatan yang siap bersinar, siap dibagi dan memberi jalan pada orang lain untuk ikut bersinar.

sumber gambar: cookasianfood.com

Sharing Resep: Aneka Sambal

1. Sambal ala Aida:
Bahan & Cara:

Goreng cabe merah, bawang bombay, bawang putih, terus blender dgn terasi dibakar, gula merah, garam.
Terus goreng lagi kasi perasan lemon.
Lebih enak pake lemon berhubung di sini si tomat mahal hehe, trs konon katanya si tomat teh ngurangin pedes, oh ya bawang putihnya aga banyak.

2. Sambal terasi ala Rike:

Cocok untuk: teman ayam goreng

Bahan & Cara:

Tumis (7 bh bwg mrh, 4 bh bwg pth, 7 bh cabe rawit, 1/2 bh tomat, terasi dikit —>smuanya dah dipotong, potong besar2 aj or potong dua bagian aj bwg & cabe rawitny).
Lalu stlh harum n brubah wrna baru diulek bareng gula merah dikit, garam dikit. Jadi deh, yummy!

3. Sambel cikur ala Anggun:

Cocok untuk: temen lele goreng

Bahan & Cara:

Cabe rawit, bwg putih digoreng.
Diulek, tambah cikur + penyedap rasa. Beres :D

4. Sambel tomat ala Nova:

Cocok untuk: temen telor rebus, terong kukus/rebus dll

Bahan & Cara:

Rebus 10bh cabe merah keriting, 1bh tomat merah ukuran sedang, 5bh bawang merah, 1bh bawang putih.
Lalu ulek, tambahkan garam n sedikiit gula putih. Siap disantap!

5. Sambel tempe ala Ratna:

Bahan & Cara:

Goreng tempe, ulek bersama (cabe+bawang putih+bawah merah+terasi+cikur) yang udah digoreng bentar. Makan bersama nasi hangat :D

6. Sambel ampera (sambel mentah) ala Asrida:

Bahan & Cara:

Bawang merah 5 buah, cengek merah 10 *sesuai selera aja, hehe*, cabe keriting 10 buah, terasi *rada banyak*, garam, gula merah.

7. Sambel goang (di resto bebek gitu disebutnya sambel korek) ala Asrida:

Bahan & Cara:

Bawang putih, cengek, garem..setelah diulek siram pake minyak jelantah panas.. *seuhaaaah..* ;))

8. Sambel cengek ala bu moedji:

Cocok untuk: sambel soto/sop2an

Bahan & Cara:

Cengek hijau, diulek bersama bawang putih dan garam.
Siram minyak puanas. cess. udh deh.

9. Sambel kecap ala Muthi:

Bahan & Cara:

Potong cengek kecil2, tomat kecil2, bawang merah mentah diiris (kl gasuka pake baw.goreng.enaak)
Taruh d pisin, siram kecap..cocok sama tahu panaaas. nikmat laah.

10. Sambalado mudo (sambel ijo) ala Nova:

Bahan & Cara:

20bh cabe ijo kriting, 6btr bawang merah, 2bh bawang putih, 1bh tomat ijo besar, 2iris jeruk nipis.
Ulek cabe+jeruk nipis, tambahkan bawang2 n tomat.
Tumis, tambahkan garam n gula putih secukupnya.

11. Sambel mangga Palembang ala Endah:

Cocok untuk: dimakan pake ikan, pindang, sayuran,or nasi doang udah maknyus.

Bahan & Cara:

Bahan mangga kweni yg mateng, terasi sedikit, bwg putih sdikit,gula merah sdikit, garem, cengek (ato kl gatega cabe merah jg gpp),pake bumbu penyedap tp sunah alias gawajib.
Diulek aja tuh semuanya trmasuk kweninya. Enaknya sih disimpen dikulkas semalem biar bumbu meresap :)

12. Sambal matah khas Bali ala Nova:

Cocok untuk: makan sea food bakar, yummy bangeeet!

Bahan & Cara:

5bh cabe rawit merah (iris tipis), 3bh bwg merah (iris tipis), 2bh bwg putih (iris tipis), 1bg serei (ambil putih tengahnya aja, iris tipis), 1sdt terasi, 3sdm minyak sayur, 1bh jeruk limo.
Tumis terasi sampai wangi, matikan kompor, tuang ke irisan bahan2, aduk, tambahkan garam n sedikit penyedap rasa kl suka, terakhir beri perasan jeruk limo.

13. Sambel bawang ala Rira:

Cocok untuk: tempe goreng panas, ayam goreng, soto2an, rawon, masak mie

Bahan & Cara:

Cabe gendot warna warni 15-20 buah, bawang merah ukuran sedang 5-8 buah, (merica, garam, gula pasir secukupnya)
Bawang merah dan cabenya diiris2 terus diulek kasar (diiris dulu biar ga terlalu repot nguleknya sih).
Terus panaskan minyak goreng secukupnya, masukkan gula pasir dulu (biar ga terlalu menyengat pas goreng cabe), masukkan ulekan bawang dan cabe sampai matang, masukkan garam+merica. Cocok buat tempe goreng panas, ayam goreng, soto2an, rawon, masak mie.
Kalo pgn sambel tomat, tinggal goreng lagi ditambah irisan tomat. Biar wangi dan asem segar bisa ditambah air perasan jeruk limau/nipis.

dbl

Dunstan Baby Language

Dunstan Baby Languange adalah bahasa bayi yang ditemukan oleh Priscila Dunstan. Hasil researchnya menunjukkan bahwa bayi 0-3 bulan mengeluarkan 5 macam suara (pre cry stage) yang berbeda untuk memberitahu kebutuhan dasarnya. Kelima2nya merupakan refleks, dan tidak dipelajari oleh bayi.

Bayi yang dibiarkan menangis lama akan terpicu pelepasan hormon kortisolnya (hormon stress) yang dapat memutus jaringan sinaps yang terbentuk. Jadi, mengenali pre cry stage ini sangat penting untuk mengurangi kuantitas menangis bayi.

Kelima suara (pre cry stage) versi Dunstan Baby :
(1) Neh (artinya lapar)
Ciri suara :
Di video yang saya lihat, beda2 bgt tiap bayi suaranya! Tapi yang sama, semuanya ngeluarin suara N atau NG.
Ciri gerak/refleks :
Adanya respon mulut menghisap (lidahnya ngecap2), kebanyakan bayi lidah ada di langit2 mulut.(Dapat) disertai dengan gerakan kepala ke samping, jilat2 mulut, ngisap jempol.

(2) Owh (artinya ngantuk atau cape)
Ciri suara :
Ga ada suara N atau NG samasekali.
Suara owh muncul sebelum sinyal capek yang lain
Ciri gerak/refleks :
Refleks menguap
(Kebanyakan) mulutnya kebuka bentuk oval
Ada jerky movement, seperti garuk mata, tarik telinga

(3) Eh (artinya ingin sendawa)
(Sebenarnya ini bukan tangisan, tapi lebih merupakan refleks sendawa. Terjadi karena dada yang sesak karena udara).
Ciri suara:
Awalnya eh sekali, lama2 bila masih tidak disendawakan juga, jadi seperti umm…eh sound series (ow maafkan..sulit sekali deskripsinnyaa).
Ciri gerak/ciri fisik lain :
Bayi dapat menangis bila dibaringkan
Disendawakan dapat membantu mengurangi gumoh yang terjadi bila bayi disusui saat dadanya sesak karena air bubbles.
Selain itu dapat menghindari terdorongnya air bubbles ke abdomen bawah sehingga terjadi kolik (wind pain).

(4) Eairh (apabila kolik)
Muncul apabila suara eh eh (3) tidak digubris.
Ciri suara :
Nangis seperti yang kesakitan dan stress
Ciri fisik :
Raut muka kesakitan
Bila sudah terjadi :
Massage perutnya agar udara keluar lewat (maaf yaa) kentut.

(5) Heh (artinya tidak nyaman)
Disebabkan karena refleks kulit yang merasa tidak nyaman.Mengindikasikan keridaknyamanan : terlalu panas, terlalu dingin, popok basah, butuh ganti posisi etc
Ciri :
Breathy H sound (seperti terengah2 atau menghela nafas)

Tips2 dari Dunstan Baby :

Dengarkan pre cry stagenya (kelima suara tadi) sebelum bayi nangis makin ga jelas
Apabila banyak kata yang keluar, dengarkan kata yang dominan
RELAX apabila bayi tidak mengucapkan semua kata-kata di atas
Ubah posisi bayi agar dapat mendengar suara lebih jelas (kitanya musti fokus)
Perhatikan refleks fisik bayi

Talkshow @NFL, 7 Januari 2011

Pembicara : Dr. Adhiatma (mommeworld)